Aturan Mutasi Diperketat, Kepala Sekolah Gelagapan

SURABAYA – Kepala sekolah (Kasek) di Surabaya gelagapan menyusul diperketatnya aturan mutasi baru untuk siswa pada semester ini. Akibatnya, sejumlah kasek – terutama dari sekolah favorit mendatangi kantor Dinas Pendidikan Surabaya di Jl Jagir Wonokromo untuk menanyakan hal itu. Informasi yang dihimpun Surya menyebutkan, sejumlah kasek yang datang mengklarifikasi diperketatnya aturan mutasi siswa antara lain Kasek SMPN 1 Mochtar , Kasek SMAN 15 Kasnoko, dan seorang Wakasek SMAN 5. Rata-rata menanyakan mengapa siswa yang akan mutasi ke sekolah mereka oleh sekolah dinilai sudah memenuhi syarat yang ada, tapi Dinas Pendidikan menyatakan belum.

Karena yang datang kasek, sontak kedatangan mereka langsung jadi pembicaraan di internal staf Pendidikan dan Menengah Umum (Dikmen). Apalagi mereka membawa berkas mutasi lebih dari satu siswa. “Masak mutasi siswa kok sampai kepala sekolah sendiri yang datang ke Dinas. Mestinya kan orang tua siswa yang bersangkutan yang ngurus,” ujar sumber Surya.

Dia memastikan, para kasek ini datang pasti ada tendensi di belakangnya. “Apalagi kalu tidak uang. Maklumlah, bangku untuk siswa mutasi ini kan sering dimainkan para Kepala Sekolah,” jelasnya.
Dikonfirmasi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Sahudi langsung bungkam. Berkali-kali ponselnya ditelpon, tapi tidak diangkat. Saat dikonfirmasi lewat SMS juga tidak dibalas.

Sementara itu, Kasek SMAN 15 Kasnoko membenarkan bahwa pihaknya memang datang ke kantor Dinas Pendidikan terkait masalah mutasi siswa. Tapi kedatangannya hanya sebatas untuk klarifikasi mengapa Dinas Pendidikan menyatakan berkas persyaratan mutasi belum lengkap. Ada alasan yang dinilai tidak rasional. Padahal menurut sekolah semuanya pernsyaratan yang dibutuhkan sudah dinyatakan beres dan lengkap. “Makanya agar tak salah persepsi, saya perlu klarifikasi langsung ke Dinas. Agar semuanya clear (jelas, Red),” jelasnya.

Setelah pihaknya menjelaskan alasan mutasi siswa dan ditunjang syarat-syarat yang ada, akhirnya siswa yang akan mutasi ke SMAN 15, kata Kasnoko disetujui oleh Dinas Pendidikan.
Meski demikian, kedatangan kasek sekolah favorit tersebut tetap janggal. SK Kepala Dinas Pendidikan 28 Desember 2005 tentang Pedoman pelaksanaan penerimaan peserta didik poin 2 mutasi (pasal 13) menjelaskan, perpindahan siswa antar sekolah dalam kota Surabaya pada prinsipnya tidak dibenarkan, kecuali sakit yang tidak memungkinkan sekolah di tempat asal dan dibuktikan dengan surat keterangan dokter dan surat keterangan dari pihak yang berkompeten dengan psikologi siswa. Sementara SK Kepala Dinas Pendidikan 11 Juni 2007 poin 2 tentang mutasi (pasal 16) menegaskan orang tua siswa harus mengajukan permohonan mutasi siswa ke Dinas Pendidikan untuk mendapatkan rekomendasi, dengan membawa syarat-syarat yang dibutuhkan. (Surya)

About these ads
Explore posts in the same categories: Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: