Gaji Guru Swasta Disesuaikan

SURABAYA  – Kabar bagus untuk guru swasta di Surabaya.Mulai bulan depan, Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya akan menerapkan upah minimum guru (UMG).

Penetapan UMG ini adalah tindak lanjut dari impassing atau penyetaraan kepangkatan dan golongan guru pegawai negeri swasta (PNS) dengan non-PNS. Diberlakukannya impassing ini, mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No 47/2007 tentang penetapan impassing jabatan fungsional guru non-PNS dan angka kreditnya. Impassing merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru non-PNS.

Kepala Dindik Surabaya Sahudi menuturkan, bulan ini pihaknya mengajak semua yayasan pendidikan di Surabaya dan tim ahli Dindik Surabaya merumuskan jumlah UMG yang mulai diterapkan awal April nanti. ”Untuk kajian akademis, kami juga mengambil ahli dari perguruan tinggi,seperti Universitas Negeri Surabaya (Unesa),Universitas Airlangga (Unair), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS). Ini agar ketetapan UMG tepat dan layak diterima guru,” ujar Sahudi kemarin. Dindik berharap,kesejahteraan guru swasta bisa terjamin.

Selama ini, beberapa sekolah swasta hanya menggaji gurunya pada kisaran Rp200.000–300.000. Ini tentunya jauh di bawah upah minimum kota (UMK) Surabaya yang besarnya mencapai Rp805.500. Dengan penyetaraan ini, diharapkan tidak akan ada lagi protes guru swasta terkait minimnya gaji bulanan yang mereka terima.Dengan ditetapkannya UMG,sekolah harus membayarkan gaji sesuai ketetapan yang diputuskan seluruh yayasan pendidikan serta tim ahli dari perguruan tinggi. “Kalau ada yang memberikan gaji di bawah ketetapan, itu bisa dikatakan salah. Acuan gaji guru swasta nanti harus sesuai UMG,”sambung mantan Kepala SMAN 15 Surabaya.

Sebagai langkah awal, Dindik langsung bergerak menentukan unit cost tiap guru yang bisa dijadikan patokan UMG. Setelah itu, semua tim, baik dari yayasan pendidikan dan ahli dari perguruan tinggi, melakukan analisis kelayakan. “Kita tunggu responsnya bagaimana. Kalau sudah ada kecocokan, UMG langsung kita gedok.Maka secara serentak, semua sekolah bisa menerapkan UMG di masing-masing sekolahnya,”ungkapnya.

Untuk guru yang memiliki golongan lebih tinggi,mereka mendapatkan tambahan tunjangan seperti biasanya.“Para guru yang golongannya sudah tinggi, jelas beda lah.Mereka mendapatkan tambahan sendiri diluar UMG,” sahut Sahudi. Terpisah, Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Surabaya Supadi Wardoyo menuturkan, penetapan UMG ini tentu saja membawa angin segar bagi guru swasta.

Beberapa tahun terakhir, nasib guru swasta selalu disepelekan. Bahkan,mereka kerap menerima gaji apa adanya. Kalau ada UMG,kecemasan tentang masa depan guru swasta di Surabaya sudah terjawab. Mereka bisa melakukan tugas mengajar di sekolah seperti biasanya.“Gaji yang diterima serta tunjangan bisa didapatkan.Minimal bisa menambah kesejahteraan guru saat ini,”ungkapnya. (Sindo)

About these ads
Explore posts in the same categories: Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: