SMK Negeri 5 Surabaya

Jl. Mayjend Prof. DR. Moestopo 167-169 Surabaya

Wali Murid Geruduk Dindik

SURABAYA – Kekacauan pendataan penerimaan siswa baru (PSB) via online membuat wali murid gerah.Kemarin ratusan wali murid menggeruduk kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya.

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan kesemrawutan pendataan PSB yang ditampilkan dalam website www.psbsby-online.net. Beberapa wali murid kebingungan mencari nama anaknya karena tidak masuk dalam daftar tampilan.Padahal melihat nilai dan kemungkinan masuk sekolah negeri cukup besar. Selain itu, ada wali murid yang marah karena nama anaknya tidak sesuai dengan daftar sekolah yang dituju. Dindik dinilai sengaja melempar anaknya di sekolahsekolah yang tidak bermutu, bahkan nilai rata-rata ujian nasional (UN) juga berubah.

Distribusi wali murid kacau karena proses entry data yang dilakukan tim ITS tidak berjalan dengan baik. Endang Ninik, salah satu wali murid,mengeluhkan data yang ditampilkan dalam website PSB Surabaya. Dengan modal nilai UN 35,15 harusnya anaknya yang bernama Ahmad Zam-Zam bisa diterima di SMAN 1 Surabaya. Karena standar minimal nilai di SMAN 1 di bawah 35,00. Namun, dalam tampilan website PSB Surabaya nama anaknya terlempar di SMAN 15 Surabaya.

”Harusnya nilai anak saya bisa masuk di SMAN 1 Surabaya karena pilihan kedua anak saya berada di SMAN 1. Semula daftar di SMAN 2, tapi nilainya tidak mencukupi. Sekarang malah dibuang di SMAN 15 Surabaya,” ujar Endang sambil membawa lembaran data di Kantor Dindik Surabaya, Jalan Jagir Wonokromo 356 Surabaya kemarin. Padahal Dindik bisa menempatkan anaknya di SMAN 1 Surabaya. Daftar nilai terendah di SMAN 1 masih jauh di bawah nilai anaknya.

Kondisi itu juga terjadi pada puluhan teman-temannya yang memiliki nilai sama. Setyaning Rahayu, salah satu wali murid lainnya, juga mengeluhkan pendataan PSB Dindik yang salah menyertakan nilai UN anaknya.Dalam formulir kemarin ia menulis nilai 36,70,tapi di website nilai anaknya hanya 30,32. Hasilnya,dalam daftar penerimaan siswa nilai itu tidak mencukupi untuk masuk di SMAN 2, SMAN 13, dan SMAN 22, yang menjadi sasarannya.

Kejadian itu ternyata juga terjadi pada 59 siswa lainnya yang kebetulan daftar bersamaan. Rahayu yang juga merangkap sebagai komite sekolah di kawasan Surabaya Timur itu membawa surat 59 siswa yang tidak terdata dalam database PSB. ”Pokoknya, nilainya tidak sama dengan nilai UN. Terus daftar nilai itu nilainya siapa, pasti pendataan tidak akurat,”ujarnya.

Karena terus ditekan, petugas di Dindik Surabaya memberikan surat pernyataan serta meminta nomor UN siswa yang tidak tampil dalam websitePSB.Surat pernyataan ini akan dibawa ke tim ITS untuk dikonfirmasi lebih jauh.”Biar kami punya laporan untuk memperbaiki. Keluhan para wali murid tetap kami tampung,” ujar Gatot Subroto, salah satu petugas PSB Dindik Surabaya.

Selain kesalahan di atas, proses pendataan di PSB online juga memuat banyak data ganda. Ini mengakibatkan proses pendataan tumpang tindih.Tak jarang beberapa siswa juga memiliki nilai ganda. Kesamaan nilai juga terjadi pada siswa dari luar kota atau yang ikut jalur rekomendasi. (Sindo)

Juli 11, 2008 - Ditulis oleh fajarwisnu | Penerimaan Siswa Baru | | No Comments Yet

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar