5.000 Siswa Ikuti Ujian Pengganti

JAKARTA – Pemerintah dan DPR akhirnya sepakat menggelar ujian nasional (UN) pengganti bagi sekitar 5.000 siswa dari 36 sekolah yang diindikasikan terjadinya kecurangan.

Ketua Komisi X DPR Irwan Prayitno mengatakan,meski menyetujui adanya UN pengganti, pihaknya meminta klarifikasi dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai penyelenggara UN soal definisi secara lengkap UN pengganti. “BSNP harus menjelaskan secara detail apa itu UN pengganti.

Apa alasan utama penyelenggaraan ujian tersebut, aturan hukumnya, serta sekolah-sekolah mana saja yang dilangsungkan UN pengganti,” katanya saat rapat kerja (rapat) Komisi X dan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) di Gedung DPR Jakarta kemarin. Irwan menegaskan dasar hukum mengenai UN pengganti tidak ada. Meski demikian, dia mengakui pelaksanaan UN pengganti merupakan kewenangan penuh BSNP.

Karena itu, DPR meminta alasan mengenai sah atau tidak sahnya ujian di sejumlah sekolah tersebut ditelusuri dan diidentifikasi. Anggota Komisi X Cyprianus Aoer menerangkan,meskipun memiliki wewenang penuh dalam penyelenggaraan UN, dia meminta keputusan apa pun yang diambil BSNP harus dalam koridor hukum yang jelas.“Kalau sesuka hati, namanya otoriter. Ini sudah jauh melampaui batas kewenangan,” tandasnya.

Dia mengungkapkan bahwa selama ini tidak pernah terjadi UN pengganti. Siswa yang dinyatakan tidak lulus diperbolehkan mengikuti ujian paket C atau mengulang UN tahun depan. “Kenapa sih BSNP sepertinya alergi dengan yang namanya paket C.Padahal,solusi tersebut sudah disepakati pemerintah dan DPR sebelum ini,” kata Cyprianus. Klarifikasi BSNP, lanjut Cyprianus,penting diberikan sebagai parameter yang jelas adanya UN pengganti. Dia menilai UN pengganti mengusik rasa keadilan karena UN telah berlangsung.

Itu karena ada siswa yang melakukan UN pengganti dan ada yang tidak. Menurut Mendiknas Bambang Sudibyo, UN pengganti yang direkomendasikan oleh BSNP ini dilaksanakan untuk melindungi sekitar 5.000 siswa yang jujur dan menjadi korban dari perbuatan oknum siswa, guru,dan panitia yang berbuat curang dalam pelaksanaan UN tahun ini. “UN pengganti yang ditawarkan BSNP ini akan melindungi siswa yang jujur, sebab pelanggaran prosedur operasional standar (POS) UN tersebut merugikan siswa yang jujur dalam melaksanakan UN,”tandasnya.

Diketahui,dari uji statistik menunjukkan tingginya jawaban salah pada UN lalu di sekolah-sekolah tersebut sehingga ada indikasi kecurangan. Dia mengaku sulit memberi hukuman hanya berdasarkan data statistik.Karena itu,setelah melalui pengkajian mendalam, BSNP dan pemerintah berkesimpulan perlu melindungi siswa yang jujur dengan melaksanakan UN pengganti. “Tetapi, siswa yang terbukti tertangkap tangan melakukan kecurangan sudah kita nyatakan tidak lulus dan tidak berhak mengikuti UN ulang,”ungkap Bambang.

Ketua BSNP Mungin Eddy Wibowo menambahkan, pihaknya siap membuat laporan klarifikasi kepada DPR terkait diadakannya UN pengganti. BSNP juga akan segera menggelar rapat untuk menentukan jadwal UN pengganti di sekolah-sekolah tersebut. UN pengganti berpeluang dimulai pada Rabu (10/6) ini.“Saya mengupayakan paling tidak Rabu sudah bisa dilaksanakan.Namun, masih akan kita rapatkan terlebih dahulu,”ujar Mungin.

Dia berjanji UN pengganti ini tidak akan mengganggu pengumuman UN secara nasional pada Selasa (16/6). Dia meminta pemerintah provinsi bersiap apabila BSNP mengumumkan jadwal pasti UN pengganti. “Kita sudah siap soal-soal ujian pengganti juga sudah disiapkan dari pusat,”katanya.

Diketahui,sebanyak 36 sekolah yang siswanya harus mengikuti UN pengganti terdiri atas 18 sekolah menengah atas (SMA) dan 18 sekolah menengah pertama (SMP) yang tersebar di 13 kabupaten. (SINDO)

About these ads
Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: