Siswa Terganjal Ujian Produktif
HASIL buruk ujian nasional (UN) SMK di Surabaya terjadi akibat jeleknya hasil ujian produktif yang diperoleh siswa. Ujian yang menggabungkan nilai praktik kejuruan dan teori SMK itu menjadi batu sandungan bagi sekolah untuk mendongkrak angka kelulusan siswa.
Lihat saja di SMK Ster Surabaya yang 100% siswanya tidak lulus UN hanya mengantongi nilai ujian produktif sebesar 2,08. Jebloknya hasil ujian produktif membuat hasil UN yang tinggi menjadi sia-sia. Padahal rata-rata hasil UN siswa SMK Ster pelajaran Matematika mencapai 7,08 dan nilai pelajaran Bahasa Inggris mencapai 6,83. Kondisi yang sama juga dialami SMK Siang Surabaya. Nilai ujian produktif yang diperoleh hanya rata- rata 5,03.Padahal, rata-rata hasil UN cukup meyakinkan dengan nilai 7,84 untuk Bahasa Inggris dan 7,69 untuk Matematika.
Kondisi yang sama hampir dialami SMK yang gagal meluluskan siswanya seperti SMK PGRI 1,SMK 45 Surabaya,SMK Antartika, dan SMK Taruna Surabaya. Kepala SMK Ster Surabaya Irawan Wibisono menuturkan, pada pelaksanaan UN SMK tahun ini memang agak dipusingkan dengan ujian produktif.Kalau tahun-tahun sebelumnya ujian produktif tidak menjadi pertimbangan serius dalam kelulusan UN.
”Makanya, kami tidak berpandangan kalau ujian produktif itu dijadikan pedoman kelulusan pada tahun ini.Awal pelaksanaan ujian saja kami menganggap sederhana, tidak tahunya dijadikan penilaian kelulusan,” kata Irawan ketika ditemui di SMK Ster di Jalan Raden Saleh 12 Surabaya kemarin. Selain dipusingkan dengan hasil ujian produktif yang buruk,para kepala SMK di Surabaya juga terus menghela napas panjang menunggu kabar kelulusan siswa.Pasalnya, ratusan peserta UN SMK sampai kemarin belum menerima hasil kelulusan.
Nilai ujian produktif yang harusnya diterima bersamaan dengan nilai UN, belum juga muncul di beberapa SMK di Surabaya. Sumber Seputar Indonesia di lingkungan Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya menyebutkan, nilai ujian produktif yang masih nyantol ada 731 siswa lebih. Rinciannya 31 siswa peserta ujian susulan karena berhalangan ketika pelaksanaan ujian produktif.Sisanya ada sekitar 700 lebih siswa yang sebagian besar dari sekolah swasta. ”Sampai saat ini yang bisa terdeteksi nyantol nilainya adalah peserta ujian produktif susulan, sementara untuk siswa yang menjalani ujian produktif reguler sulit terlacak,” kata sumber itu.
Dindik berharap sekolah yang nama siswanya belum ada nilai ujian produktif diharapkan segera melapor. Kemarin Dindik Surabaya baru saja mengirimkan nama 31 siswa yang belum menerima hasil kelulusan ke Dindik Jatim. Nama para siswa itu akhirnya dikirim ke Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) untuk dicarikan nilai ujian produktif yang tercecar. ”Sisanya kami masih menunggu laporan dari sekolah.kalau tidak kami usulkan segera, maka nilai siswa itu tidak akan pernah turun,” sambungnya.
Sementara Dindik Jatim meminta sekolah melapor bila belum menerima nilai UN secara lengkap. Berdasarkan laporan wali murid maupun sekolah Dindik akan memintakan nilai ke Puspendik di Jakarta. Kepala Dindik Jatim Suwanto menyatakan, memang ada beberapa SMK belum menerima hasil UN secara penuh. Pihaknya kesulitan mendata karena letak sekolah tersebar. ”Tidak semua murid di sekolah itu belum mendapat nilai. Tidak semua mata ujian pula tidak keluar nilainya,”ujarnya.
Agar cepat mendapatkan hasil, pihaknya meminta sekolah melapor bila ada murid belum mendapat nilai UN. Selanjutnya, akan dimintakan ke Puspendik Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). ”Semua nilai disimpan Puspendik, jadi harap bersabar,” terangnya. Sampai kemarin sudah beberapa sekolah meminta nilai ke Puspendik melalui Dindik Jatim.Permintaan dikirimkan secara maraton. ”Begitu ada laporan, kami sampaikan ke Jakarta.Jadi,tidak menunggu beberapa sekolah,”ungkapnya.
Seperti diketahui,pengumuman hasil UN SMK tidak lancar.Sebagian sekolah tidak menerima daftar lengkap nilai hasil UN. Ada mata ujian tertentu tidak diberi nilai.Hal itu menyulitkan sekolah untuk menyatakan pelajar lulus atau tidak. (SINDO)
Tags: Ujian Nasional
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
November 9, 2009 at 4:14 pm
pengumuman diatas sudah kadaluarsa yang terbaru SMK TARUNA lulus 99,23%