MOS SMAN 16 Renggut Nyawa

SURABAYA – Dunia Pendidikan Surabaya tercoreng.Siswa SMAN 16 Surabaya Roy Aditya Perkasa,16,warga Wisma Tropodo Jalan Flamboyan AH-16 Waru, Sidoarjo, tewas setelah pingsan saat mengikuti masa orientasi siswa (MOS) di sekolahnya.

Roy pingsan ketika mengikuti kegiatan MOS.Dia sempat dirawat di unit kesehatan sekolah (UKS). Karena tak kunjung siuman, Roy akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari. Sekitar pukul 16.00 WIB nyawa Roy tak tertolong. Jasadnya lantas dikirim ke RSU dr Soetomo untuk diautopsi.

Hingga pukul 21.00 WIB tadi malam, pihak rumah sakit masih melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian Roy. Diduga anak pasangan Saidi dan Mulyanti ini mengalami kelelahan sekaligus tekanan psikis saat mengikuti MOS. Kejadian ini berawal ketika para peserta MOS dipersilakan masuk aula, untuk kegiatan demonstrasi dari kakak-kakak pembinanya.

Saat di aula tersebut, ada kegiatan demonstrasi kakak pembinanya berupa pukul-pukulan seolah berkelahi dengan temannya. Melihat kejadian itu tiba-tiba Roy pada pukul 14.30 WIB jatuh pingsan. Saat pingsan, sekolah membawanya ke ruang usaha kesehatan sekolah (UKS) dan langsung menghubungi orang tuanya.

Karena tidak kunjung siuman maka Roy dibawa ke RSI Jemursari Surabaya. Awalnya Roy sempat dirawat tetapi pukul 16.00 WIB, dia dinyatakan meninggal dunia. Setelah meninggal dunia jenazah Roy dibawa ke RSU dr Soetomo untuk keperluan visum et repertum. Proses autopsi berlangsung hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

Jasad Roy lantas dimakamkan di pemakaman Perumahan Kepuh Permai, Sidoarjo, sekitar pukul 22.00 WIB tadi malam. Dikonfirmasi terpisah Kepala Sekolah SMAN 16 Surabaya Abu Jauhari menampik adanya kekerasan fisik dalam MOS di sekolahnya. Kendati demikian pihaknya juga belum mengetahui pasti kematian Roy.

”Untuk penyebabnya, dokter yang mengetahui secara pasti.Saya tidak punya kewenangan untuk menerangkan itu,”ujar Abu. Abu menambahkan,dari pemaparan yang dijelaskan orang tuanya, sejak sekolah di jenjang SMP, Roy yang alumni SMPN 35 Surabaya ini, memang sering sakit-sakitan. Penyebab sakitnya tersebut karena kecapekan.

”Kalau kecapekan pasti pingsan,”ujar Abu menirukan kata-kata orangtua Roy. Kegiatan MOS di SMAN 16 digelar selama tiga hari.Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.Setiap rangkaian kegiatan sekolah hanya memberikan pengenalan serta pameran kreativitas siswa dan tidak ada kegiatan fisik. Pada hari kedua dimulai pukul 05.30 WIB hingga 13.00 WIB.

Sementara untuk hari ketiga atau kemarin, kegiatan MOS para siswanya tidak ada yang di luar ruangan.”Kegiatan hari ini (Rabu 15/7) hanya di ruangan saja. Mungkin dia kecapekan sehingga pingsan,”jelasnya. Kapolresta Surabaya Timur AKBP Samudi yang datang langsung ke kamar mayat RSU dr Soetomo menyatakan masih menunggu hasil autopsi.

Pihaknya tidak membenarkan adanya kegiatan fisik berlebihan selama MOS. ”Sebelumnya kita sempat menghimbau ke sekolah- sekolah agar tidak menggunakan banyak kegiatan fisik, apalagi kekerasan, saat MOS.Namun untuk kasus Roy, kita masih menunggu pemeriksaan terkait penyebab kematiannya,”kata Samudi. (SINDO)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

6 Komentar pada “MOS SMAN 16 Renggut Nyawa”

  1. ILYAS AFSOH Says:

    apa hikmahnya???

  2. ILYAS AFSOH Says:

    akankah kejadian ini terulang lagi????

  3. gema Says:

    Sangat tidak bijaksana jika kita memandang MOS dari hanya sudut sempit bahkan sebelah mata. sesungguhnya manfaat MOS dapat tercapai jika dikonsep dengan baik oleh panitia dengan rekomendasi dan koreksi dari guru sekolah yang bersangkutan. MOS memiliki dampak positif untuk masa mendatang, bukan hanya saat sekolah maupun kuliah, tapi juga dunia bekerja. karena diperlukan mental yang kuat dan kokoh untuk dapat kuat bersaing.tidak bisa hanya mengandalkan pandai dan cerdas saja karena diperlukan kemampuan softskill seperti keberanian berbicara, mempertahankan pendapat, dan sebagainya,yang biasanya hanya diberikan saat MOS dan OSPEK serta pelatihan2 di tempat belajar yang berkualitas baik siswanya maupun pengajarnya. Oleh karena itu sangat picik sekali pemikiran pihak-pihak tertentu bahwa MOS tidak bermanfaat. kita tentunya tidak ingin generasi penerus bangsa menjadi manusia-manusia pasif, manja serta penakut yang tidak tahan mental menghadapi dunia yang sedemikian luas dan kerasnya.

    Terkait terjadinya peristiwa ini, saya turut berduka cita dan semoga ini menjadi evaluasi kita bersama. bukan adanya MOS yang salah, tapi mungkin terdapat kekurangan di sana-sini pada sistem oleh panitia dan pihak sekolah bersangkutan yang menyebabkan hal seperti ini terjadi.. oleh karena itu kita sebagai alumni, generasi yang telah melewati itu semua hendaknya terus memantau perkembangan sistem pengkaderan sekolah atau kampus kita agar tidak terulang lagi peristiwa seperti ini.

  4. Gema Cahya Nasfihan Says:

    Sangat tidak bijaksana jika kita memandang MOS hanya dari sudut sempit bahkan sebelah mata. Sesungguhnya manfaat MOS dapat tercapai jika dikonsep dengan baik oleh panitia dengan rekomendasi dan koreksi serta kontrol dari guru sekolah yang bersangkutan.

    MOS maupun OSPEK memiliki dampak positif untuk masa mendatang, bukan hanya saat sekolah maupun kuliah, tapi juga dunia bekerja, karena diperlukan mental yang kuat dan kokoh untuk dapat kuat bersaing. Tidak bisa hanya mengandalkan pandai dan cerdas saja karena diperlukan kemampuan softskill seperti keberanian berbicara, mempertahankan pendapat, dan sebagainya,yang biasanya hanya diberikan saat MOS dan OSPEK serta pelatihan2 di tempat belajar yang berkualitas baik siswanya maupun pengajarnya.

    Dalam MOS, materi-materi yang tidak disampaikan oleh guru seperti rasa hormat, kepedulian, kepemimpinan, kerja sama, rasa saling memiliki, menghargai, dsb, didapatkan oleh para siswa baru. Hanya saja diperlukan pembentukan konsep yang baik, tidak hanya oleh panitia yang terdiri dari senior, namun juga dengan peran serta guru untuk mengarahkan dan menkoreksi konsep tersebut. Namun, jika disikapi dengan sangat tidak berlapang dada, iklhas, dan sungguh2, siswa baru tidak akan dapat merasakan dan mengerti makna dan hikmah dari materi-materi yang telah disampaikan tersebut.

    Oleh karena itu sangat picik sekali pemikiran pihak-pihak tertentu bahwa MOS tidak bermanfaat. Saya yakin, kita tentunya tidak ingin generasi penerus bangsa menjadi manusia-manusia pasif, manja serta penakut yang tidak tahan mental dan tidak siap menghadapi dunia yang sedemikian luas dan kerasnya.

    Terkait terjadinya peristiwa ini, saya sangat menyayangkan persiapan panitia dan tindakan yang diambil saat korban mulai pingsan sampai dengan di bawa ke rumah sakit. Bahkan, ada kabar yang menyatakan bahwa saat itu di uks bahkan tidak ada tabung oksigen apalagi dokter. Terlepas dari benar atau tidaknya, sungguh keterlaluan jika panitia menyepelekan hal kecil namun sangat penting ini..

    Bagi keluarga Roy, saya turut berduka cita. Semoga ini menjadi evaluasi kita bersama. Bukan adanya MOS yang salah, tapi mungkin terdapat kekurangan di sana-sini pada sistem oleh panitia dan pihak sekolah bersangkutan yang menyebabkan hal seperti ini terjadi.. Oleh karena itu kita sebagai alumni, generasi yang telah melewati itu semua hendaknya terus memantau perkembangan sistem pengkaderan sekolah atau kampus kita agar tidak terulang lagi peristiwa seperti ini.

  5. geulist133 Says:

    Nah inilah. Hikmahnya aja gak jelas pak!
    banyak yang gak logis sih Seniornya, adalagi yang disuruh jalan kaki 5 Km, sambil bawa bata didalem tasnya.
    Kurang gak penting gimana???

    MOS sih normal aja, kalo cuma buat ‘mengenalkan’ sekolah. gak guna banget pake pake atribut gak penting gitu. terus dimarah marahin juga!!! Oh gosh cape de


  6. […] MOS SMAN 16 Renggut Nyawa SURABAYA – Dunia Pendidikan Surabaya tercoreng.Siswa SMAN 16 Surabaya Roy Aditya Perkasa,16,warga Wisma Tropodo Jalan […] […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: