Iuran Bayangi Siswa Baru

Jakarta – Setelah mendapatkan penggratisan biaya pendaftaran, orangtua siswa baru di sekolah negeri akan segera dikenai iuran peserta didik baru. Dana itu untuk membiayai program peningkatan kualitas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto, Kamis (23/7), mengatakan, iuran peserta didik baru (IPDB) dikenakan kepada siswa baru di tingkat SD dan SMP negeri berstandar internasional dan SMA/SMK negeri. Iuran itu hanya dikenakan sekali kepada siswa baru dan tidak akan dipungut lagi pada tahun-tahun berikutnya.

”Selain menjalankan kurikulum wajib, setiap sekolah berhak menambah kegiatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, baik intra maupun ekstrakurikuler. Tambahan kegiatan itu sering kali berkonsekuensi pada peningkatan biaya,” kata Taufik.

Semua biaya yang harus dikeluarkan sekolah, baik untuk kegiatan wajib maupun tambahan, harus dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS). Sisi pendapatan dalam APBS dipenuhi dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), IPDB, dan sumbangan dari perusahaan serta masyarakat. Karena BOS dan BOP sering tak cukup dan sumbangan pihak lain tidak menentu, IPDB yang menjadi andalan menutup kekurangan.

BOS yang dibiayai oleh APBN untuk SD mencapai Rp 400.000 per siswa per tahun dan SMP Rp 575.000 per siswa per tahun. Adapun BOP yang dibiayai APBD untuk SD mencapai Rp 720.000 per siswa per tahun dan SMP Rp 1.320.000 per siswa per tahun.

Besaran IPDB yang dikenakan pada tiap sekolah didasarkan musyawarah antara komite sekolah, perwakilan orangtua dari siswa baru, dan pengelola sekolah.

Penentuan program-program tambahan yang harus dibiayai bersama, kata Taufik, dilakukan secara transparan, demokratis, dan dapat dipertanggungjawabkan. Prioritas kegiatan harus disesuaikan dengan keunggulan dan kemampuan orangtua.

Taufik mengatakan, bagi siswa yang orangtuanya tidak mampu, sekolah tak boleh mengeluarkan siswa itu. Mereka boleh membayar dengan mencicil atau bahkan tidak membayar sama sekali.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Komite Sekolah Jakarta Bambang Sutomo mengatakan, dalam musyawarah penentuan IPDB, komite sekolah memiliki posisi setara dengan kepala sekolah sehingga program yang akan diwujudkan merupakan aspirasi orangtua siswa. Besaran dana yang dapat ditanggung orangtua juga akan menjadi pertimbangan utama IPDB.

Selain IPDB, semua siswa, baik siswa baru maupun siswa lama, juga akan dikenai iuran rutin bulanan (IRB). Dana dari IRB juga digunakan sebagai sumber pendapatan dalam APBS. (KOMPAS)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: