Jatah Siswa Luar Kota Lebihi Target

SURABAYA – Aturan Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya yang membatasi penerimaan siswa dari luar kota tidak berjalan efektif. Jatah maksimal kuota 5% untuk siswa luar kota banyak dilanggar.

Setidaknya ada 18 SD yang menerima siswa luar kota di atas jatah 5% dari total pagu sekolah tersebut. Walhasil,peluang siswa asli Surabaya untuk menempuh pendidikan di kota sendiri tertutup setelah direbut siswa luar kota. Seperti yang terjadi di SDN Banjar Sugihan III Surabaya.Pagu di sekolah itu 42 kursi.

Dari seluruh jatah itu, 11 kursi ditempati siswa luar Surabaya. Begitu juga di SD Laboratorium, dari pagu 88 siswa, 28 di antaranya dari luar kota.Di SDN Banjar Sugihan I juga terjadi hal serupa, dari pagu 81 siswa,17 di antaranya dari luar kota. Total SD negeri dan swasta di Surabaya ada 732 sekolah.

Menurut data terakhir yang masuk Dindik Surabaya,ada 627 siswa berasal dari luar kota yang terdistribusi rata di setiap sekolah. Menurut Kepala Seksi Kesiswaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Dindik Surabaya Dakah Wahyudi,hasil rekap data baru selesai dilakukan. Pihaknya terkejut ketika melihat dominasi siswa luar kota yang mendaftar di Surabaya. Untuk itu, dia akan memanggil para kepala sekolah (kasek) yang masih melanggar batasan kuota.

”Sekolah akan kami tanyai proses penerimaan siswa luar kota itu. Salah satunya tentang peluang siswa asli Surabaya di kawasan sekitar lokasi sekolah,” ujar Dakah kemarin. Sebelum penerimaan siswa baru (PSB) SD lalu,Kepala Dindik Surabaya Sahudi mengimbau kasek SD,terutama sekolah di kawasan pinggiran Surabaya, agar memberlakukan kuota 5% untuk siswa luar kota.

”Kalau sampai jatah siswa Surabaya direbut luar kota,berarti kesempatan siswa Surabaya mendapat bantuan pendidikan terhambat,” kata Sahudi kemarin. Kasek, kata Sahudi, harusnya lebih jeli melihat asal siswa.Kalau tidak bisa, siswa luar kota yang akan masuk SD di Surabaya harus meminta keterangan pindah dari Dindik setempat, kemudian dibawa ke Dindik Surabaya untuk verifikasi.

Batasan diberlakukan karena Dindik mempertimbangkan jumlah siswa di Surabaya sendiri.Kalau SD diisi siswa dari luar kota semua, siswa di dalam kota tentu tidak memperoleh kesempatan. Temuan ini berbeda jauh dari pembatasan yang berlaku untuk SMP, SMA, dan SMK. Di tiga jenjang itu, batasan 5% benar-benar diterapkan ketat.Yang mengatur kuota itu langsung Dindik. (SINDO)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: