Duh, Sekolah Label Internasional Cuma Keruk Keuntungan

Malang – Menganggap program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) hanya dipakai sebagai lahan bisnis, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang, Jawa Timur, meminta pemerintah tak menambah lagi jumlah sekolah ini. “Sebab hanya memanfaatkan untuk mengeruk dana masyarakat,” kata Ketua DPRD Kota Malang Priyatmoko Oetomo kemarin.

Menurut Priyatmoko, program RSBI tak sejalan dengan semangat pendidikan gratis karena diterapkan untuk SD, SMP, dan SMA. Padahal, untuk SD dan SMP di kota ini, sudah lama dicanangkan pendidikan gratis. “Dengan program RSBI untuk SD dan SMP, pendidikan gratis akan tersendat,” ujarnya.

Di Malang, setidaknya ada dua SD yang mengikuti program RSBI. Mereka adalah SD Negeri Kauman I dan SD Model Tlogowaru, Tiga SMP yang ikut program ini, antara lain SMP Negeri 1, 3, dan 5. Adapun lima SMA yang ikut adalah SMA Negeri 1, 3, 4, 5, dan 8. Sedangkan tiga SMK antara lain SMK Negeri 3, 4, dan 5.

Dinas Pendidikan Kota Malang sendiri telah mengeluarkan aturan tentang batas maksimal penarikan uang masuk RSBI sebesar Rp 5 juta per siswa. Namun, kenyataan di lapangan, pungutan yang dimintakan sekolah melebihi ketentuan. “Siswa mampu yang nilainya pas-pasan membayar sampai Rp 8 juta,” ujarnya.

Kualitas RSBI juga menjadi sorotan. Hasil evaluasi Dewan, kualitas pendidikan mereka tak jauh beda dengan sekolah biasa. Ini karena potensi akademis bukan menjadi syarat utama bagi mereka yang masuk RSBI.

Rekomendasi itu sendiri adalah keputusan internal Dewan, sekaligus memberi kesempatan adanya hak yang sama bagi tiap siswa dalam pendidikan. Dewan juga melakukan evaluasi terhadap kelanjutan RSBI oleh sebuah tim khusus.

Ketua Komisi Pembangunan Dewan Sofyan Edy Jarwoko menyatakan kalangan anggota Dewan sepakat program RSBI dihentikan karena menyalahi semangat awal pendidikan. “Sampai muncul pelesetan bahwa RSBI adalah Rintisan Sekolah Bertarif Internasional,” katanya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang Soeparto mengakui banyaknya penyimpangan dalam pelaksanaan RSBI. Selain dijadikannya batas maksimal uang masuk sebagai batas minimal, rekrutmen mandiri RSBI tak didasarkan potensi akademik.

Namun, Soeparto tak setuju jika jumlah RSBI dihentikan. “Tujuan RSBI ialah menyiapkan siswa menghadapi tantangan zaman 10-20 tahun mendatang,” ujarnya.

Sikap serupa juga dilontarkan oleh Ketua Dinas Pendidikan Kota Malang M. Shofwan. Menurut Shofwan, sekolah yang menarik uang di atas ketentuan tidak ada. Sedangkan uang masuk maksimal sebesar Rp 5 juta dipakai juga untuk alokasi dana subsidi silang siswa reguler yang tak mampu. Selain itu, kualitas akademik siswa RSBI lebih menonjol dibanding siswa reguler. “RSBI harus jalan terus dan harus diperbanyak.” (TEMPO Interaktif )

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

One Comment pada “Duh, Sekolah Label Internasional Cuma Keruk Keuntungan”


  1. Apa benar ya…. kalo benar sayang sekali….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: