Minat ke Pertanian Turun

Jakarta – Dalam lima tahun terakhir, minat calon mahasiswa pada program studi pertanian dan peternakan di perguruan tinggi negeri terus menurun. Kenyataan ini, jika dibiarkan terus, bisa menjadi bom waktu karena tak akan ada lagi lulusan pertanian.

”Penurunan minat calon mahasiswa pada program studi pertanian sudah diantisipasi dengan penggabungan. Namun, solusi itu tidak efektif jika pemerintah tidak melakukan terobosan di bidang pertanian. Terutama menyangkut pangsa kerja. Karena pasar kerja di bidang pertanian, peternakan, perikanan dinilai belum menjanjikan, minat mahasiswa pun terus menurun,” kata Ketua Umum Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Haris Supratno di Jakarta, Kamis (30/7).

Menurut Haris, yang juga Rektor Universitas Negeri Surabaya, pada pelaksanaan SNMPTN 2009 ini tersisa 7.729 kursi kosong di 42 PTN. Sebagian besar kekosongan pada program studi pertanian, peternakan, perairan, antropologi, dan arkeologi.

Dari daya tampung SNMPTN 2009, lima perguruan tinggi yang terbanyak tidak terpenuhi daya tampungnya adalah Universitas Khairun di Ternate (terisi 72,77 persen), di Universitas Sam Ratulangi (62 persen), Universitas Negeri Papua (53,18 persen), Universitas Negeri Manado (49 persen), dan Universitas Lambung Mangkurat (22,25 persen)

Peserta SNMPTN tahun ini naik 9,04 persen—total peserta ujian 359.751 orang. Daya tampung perguruan tinggi 100.235 kursi tersebar di 57 PTN.

Sebuah ironi

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Priyo Suprobo, yang juga Koordinator Teknologi Informasi SNMPTN 2009, mengatakan, turunnya minat mahasiswa merupakan ironi bagi Indonesia yang merupakan negara agraris. ”Selama pemerintah tidak memprioritaskan pertanian, sia-sia apa yang dilaksanakan perguruan tinggi,” kata Priyo.

Sekretaris Umum Panitia SNMPTN 2009, yang juga Rektor Universitas Mataram, Mansur Ma’shum mengatakan, ”Revitalisasi fakultas pertanian terus dilakukan dan Ditjen Pendidikan Tinggi mendukung. Kita mesti berusaha supaya sarjana pertanian tidak bekerja di luar bidannya,” kata Mansur.

Mansur menyoroti pengangkatan calon pegawai negeri sipil di banyak kota dan kabupaten yang tidak membuka lowongan bagi sarjana pertanian. Padahal, banyak kota dan kabupaten yang ekonominya berbasis pertanian.

Pendidikan diminati

Sebaliknya, kini program studi olahraga, seni, dan pendidikan meningkat peminatnya. Di tengah tawaran pemerintah yang berjanji meningkatkan kesejahteraan guru, banyak program studi pendidikan kini kebanjiran peminat.

Menurut Haris, mahasiswa calon guru juga berprestasi dan memiliki nilai tinggi dalam ujian SNMPTN. ”Tentu ini menggembirakan kalau calon guru punya kemampuan baik,” ujar Haris. Peningkatan ini terjadi dua tahun terakhir. Ini sejalan dengan mulai diterapkannya peningkatan kesejahteraan guru. (KOMPAS)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

One Comment pada “Minat ke Pertanian Turun”

  1. linkb97 Says:

    wah info nya bagus bagus nih…. salam kenal, dan di tunggu kunjungan balik nya, dan coment nya😀 [my site]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: