3.713 Peserta SNMPTN Curang, Perjokian Tetap Menonjol

SURABAYA-Penyelenggaraan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tahun 2009 diliputi banyak kecurangan. Berdasarkan catatan panitia penyelenggara, kecurangan itu mencapai 3.713 kasus dalam berbagai kategori.

Kasus- kasus kecurangan yang ditemukan cukup beragam. Jika dipilah ada enam jenis temuan berdasarkan tingkat kecurangan. Tingkatan pertama merupakan bentuk kecurangan terparah. Dalam tingkatan ini kecurangan diputuskan di lokasi karena peserta tertangkap basah. Yang terburuk adalah peserta yang tertangkap basah melakukan perjokian.

Ada 27 kasus kecurangan tingkat satu yang ditemukan selama pelaksanaan SNMPTN 2009. Kasus-kasus itu di antaranya terjadi di Unhas Makassar, Undip Semarang dan UNS Solo. “Di Unhas kami berhasil mengungkap ke akarnya dengan menangkap beberapa pelaku yang berada di dua hotel. Sedangkan di Undip kami mengungkap perjokian yang memanfaatkan ponsel berbentuk jam tangan,” ungkap Ketua Umum SNMPTN Prof Dr Haris Supratno di Surabaya, Jumat (31/7).

Kecurangan tingkat dua yakni kecurangan yang disimpulkan pusat validasi dengan atau tanpa dukungan catatan dari lokasi ujian. Ada enam kasus kecurangan yang ditemukan dalam kategori ini.

Kemudian kecurangan tingkat tiga yakni kecurangan yang disimpulkan oleh tim Penjamin Kwalitas dengan meneliti data formulir pendaftaran dan lembar jawaban ujian (LJU). “Pada tingkat ini kami mendapati kasus peserta dari Pelembang dan Kalimantan yang memiliki data pendaftaran yang sama tapi tanda tangannya berbeda,” ujar Ketua Pusat Validasi Data SNMPTN 2009, Prof Ir Priyo Suprobo.

Sedangkan kecurangan terbanyak adalah kecurangan tingkat empat yang merupakan hasil analisis dari kemiripan PDF (formulir pendaftaran). Ada 2.182 temuan kasus dalam tingkat kecurangan ini. Ada pula kecurangan kemiripan PDF sebanayk 765 kasus dan kecurangan kemiripan LJU sebanyak 711. “Ada pola-pola jawaban yang sama persis di antara peserta dan itu kami anggap kecurangan,” ujar Probo.

Berdasarkan lokasi temuan kecurangan kota Makassar menempati urutan teratas sebagai penyelenggara SNMPTN yang paling banyak ditemukan kecurangan. Di kota ini setidaknya ada 600-an temuan kasus kecurangan. 281 kasus ditemukan di Unhas dan sisanya 357 kasus di UNM. Kasus temuan kecurangan terbanyak lain juga ditemukan di Riau, Padang, Jambi dan Jakarta.

Seluruh peserta yang dinilai melakukan pelanggaran secara otomatis langsung tercoret sebagai peserta SNMPTN. Nama dan data peserta itu juga langsung masuk dalam daftar black list sehingga tidak bisa masuk dalam proses SNMPTN lagi. Pada kasus yang berat panitia bahkan telah menyerahkan penanganannya kepada polisi.

“Pelaku kecurangan sudah kami serahkan ke polisi tapi karena tidak ada dasar hukumnya maka pagi masuk, malam mereka sudah dilepas,” ujar Haris. Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu menambahkan, karena tidak ada sanksi hukum maka sanksi bagi para pelaku selanjutnya diserahkan pada masing-masing rektor. Bagi mahasiswa dan karyawan yang terlibat langsung dipecat.

Sementara itu, Beasiswa Masuk Universitas (BMU) senilai Rp 2,57 miliar bagi mahasiswa baru tahun akademik 2009/2010 dipastikan tidak terserap. Minimnya serapan BMU itu bisa dilihat dari jumlah peserta program BMU yang diterima SNMPTN 2009. Dari total nominal Rp 5 miliar dana BMU untuk 2000 mahasiswa yang disiapkan tahun ini hanya bisa dinikmati 971 calon mahasiswa saja. Karena secara nasional hanya ada 971 calon mahasiswa peserta BMU yang lolos SNMPTN 2009.

“Peminatnya minim tidak sampai 50 persen dari kuota yang disiapkan, berarti dana yang disiapkan Rp 5 miliar tidak terserap semua. Kami juga telah menginstruksikan bagi para rektor untuk langsung menerima daftar ulang para peserta BMU itu,” tegas Haris.

SNMPTN tahun ini diikuti 359.751 peserta dari keseluruhan 412. 248 calon mahasiswa yang mengembalikan formulir. Mereka memperebutkan 100.235 kapasitas bangku di 57 PTN se Indonesia.

Calon mahasiswa yang diterima sebanyak 92.511 dengan rincian IPA 44.504 calon mahasiswa, IPS 48.007 calon mahasiswa. Dari seluruh kapasitas yang tersedia daya tampung yang tidak terpenuhi sebanyak 7.724 bangku atau 7,7 persen. Bangku kosong PTN itu berada di 42 PTN. Sedangkan 15 PTN seluruh kapasitas bangkunya sudah terpenuhi.

“Daya tampung yang tidak terpenuhi mayoritas untuk program studi (prodi) Pertanian, Peternakan, antropologi dan beberapa lagi yang mayoritas di PTN di wilayah Timur,” terang Haris.

PTN dengan jumlah peminat terbanyak yakni Universitas Negeri Medan (Unimed) dengan 44.958 pendaftar. PTN lain yang juga banyak diminati yakni Unpad Bandung dengan 38.766 pendaftar, Universitas Negeri Padang (UNP) dengan 38.726 pendaftar, UNS dengan 38.722 pendaftar dan Unhas 38.372 pendaftar.

PTN yang sepi peminat yakni Universitas Negeri Papua dengan 887 pendaftar. Ada juga IAIN Sunan Ampel Surabaya dengan 956 peminat dan Universitas Khairun Ternate dengan 1007 peminat. (Surya)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

2 Komentar pada “3.713 Peserta SNMPTN Curang, Perjokian Tetap Menonjol”

  1. tata Says:

    apakah peserta ujian yang diduga melakukan kecurangan tingkat 4 seperti di atas, masih memiliki hak untuk mengikuti semua bentuk ujian masuk perguruan tinggi negeri kembali di tahun 2010??

  2. tata Says:

    apakah peserta yang diduga melakukan kecurangan tingkat 4 seperti di atas, masih memiliki hak untuk mengikuti ujian dan hak untuk lulus pada setiap ujian masuk perguruan tinggi negeri, khususnya SNMPTN di tahun 2010?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: