Potensi Anak Cerdas Telantar

Jakarta – Kurangnya pelayanan pendidikan yang tepat bagi anak cerdas dan berbakat istimewa berarti penelantaran terhadap potensi individu. Padahal, anak cerdas dan berbakat istimewa mempunyai hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan sesuai kebutuhan mereka.

Hal itu dikemukakan Dekan Fakultas Psikologis Universitas Muhammadiyah Tulus Winarsunu, Jumat (31/7). ”Kalau tidak tersedia penanganan yang tepat, sekolah bisa menelantarkan potensi individu,” ujarnya.

Anak cerdas dan berbakat istimewa yang tak mendapatkan pendampingan yang tepat dapat berujung pada perilaku negatif. ”Dia tetap pintar, cuma produknya yang berubah. Anak cerdas penggemar program komputer, misalnya, malah iseng menciptakan virus pengganggu,” ujarnya.

Mekanistik terjadwal
Saat ini, sekolah umum kesulitan mendampingi mereka karena sistem yang terlalu mekanistik, terjadwal, bersistem kelas besar, dan berorientasi menyelesaikan materi.

Di tengah kondisi demikian, minimal sekolah harus berupaya mengadakan penilaian terhadap anak cerdas dan berbakat istimewa tersebut serta memberikan pengayaan.

Psikolog dari Universitas Surabaya yang aktif meneliti tentang anak cerdas dan berbakat istimewa, Evy Tjahjono, mengatakan, perkembangan khas anak adalah kemampuan kognitif (ditandai IQ di atas 130).

”Mereka mampu menangkap informasi dan menyerap pelajaran jauh lebih cepat. Kecerdasan dan keberbakatan itu merata di berbagai aspek,” ujarnya.

Label negatif

Tidak sekadar berintelektual tinggi, mereka antara lain mempunyai kreativitas, kemampuan psikomotorik, dan kepekaan emosi yang tinggi.

”Kalau orang tidak paham, sering anak cerdas justru dipandang sebagai hiperaktif. Padahal, itu hanya kondisi yang berbeda,” ujarnya.

Dengan kemampuan yang biasanya disertai karakter ikutan khas, mereka membutuhkan simulasi belajar yang berbeda (lebih abstrak), bervariasi, dan mendalam.

”Kalau di kelas biasa, dia rawan mengalami kebosanan, demotivasi, dan merasa jenuh. Dengan kondisi seperti itu, potensi mereka bisa tidak berkembang. Terkadang sekolah salah pengamatan dan memberikan label negatif, seperti bandel, tukang protes, atau malas. Pelabelan itu membuat anak mempunyai konsep diri negatif,” ujarnya. (KOMPAS)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

2 Komentar pada “Potensi Anak Cerdas Telantar”


  1. info ini bagus sekali cuma sayang ya… pemecahan yang ditawarkan gak ada jadi masi bingun nich cara mengatasi anak yang sangat cerdas….
    Tapi trim’s ya atas infonya….

  2. vyanrh Says:

    Info yang bagus sekali.
    Sebenarnya yang lebih susah itu penetapan kemampuan anak didik dalam kategori jenius pada bidangnya. Sebab setelah diketahui tingkat kemampuannya, maka tinggal penempatan pada sekolah khusus.
    Bila mengharapkan perlakuan lebih dari sekolah memang kurang tepat (kecuali ada yang bersedia memberi tambahan) karena sekolah adalah tempat mencari ilmu bagi anak didik yang “paling bodoh hingga yang paling pandai” dan anak didik dari “keluarga yang paling miskin hingga dari keluarga yang paling kaya”.
    Karena sekolah khusus belum ada, maka orang tua bisa memberi tambahan pendidikan dengan mengirim anaknya pada pendidikan luar sekolah (PLS) seperti kursus matematika, bahasa inggris, olah raga, kesenian, dll.
    Ayo terus berkarya demi masa depan bangsa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: