Guru Mipa yang Tak Layak Kena Rolling

SURABAYA – Hasil buruk tes potensi akademik ratusan guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (Mipa) berbuntut. Setidaknya 700 guru Mipa yang gagal memenuhi standar kompetensi dasar siap-siap dipindah atau roolling ke sekolah lain.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya memang berencana melakukan rooling guru besarbesaran. Pemkot Surabaya juga mencanangkan memindah ribuan guru. Menurut Kepala Bidang Ketenagaan Dindik Surabaya Yusuf Masruh,guru memang terus dievaluasi. Dindik juga sadar kalau perbaikan pendidikan dimulai dari pembenahan guru di sekolah.

Hasil tes potensi akademik dijadikan tolok ukur evaluasi pembelajaran dan proses penyegaran. “Selain ada rolling,juga dilakukan pendidikan berkelanjutan bagi para guru di perguruan tinggi (PT) atau diikutkan dalam kegiatan ilmiah seperti seminar dan workshop,” ujarYusuf kemarin.

Kepala Dindik Surabaya Sahudi menambahkan,Dindik memang sengaja mendahulukan guru Mipa dalam rooling karena guru disiplin ilmu ini sudah diaudit.Tes kompetensi dasar guru Mipa juga dilakukan. Baru setelah guru Mipa –khususnya yang nilainya buruk– dipindah, giliran guru mata pelajaran (mapel) lain menyusul.

Dindik mempertimbangkan usia kerja sebagai indikator utama untuk memindah guru. Mereka yang mengabdikan dirinya di dunia pendidikan lebih dari 20 tahun mendapat kesempatan paling awal. “Penempatan guru tidak sembarangan.Ada pertimbangan kualitas serta kompetensi yang cocok sesuai kemampuan guru.Salah satu cara mengukurnya dari audit internal serta hasil uji kompetensi guru,”ujar Sahudi.

Dindik Surabaya juga melihat sekolah yang bakal dijadikan lokasi pemindahan guru.“Kalau sekolahnya bagus, kami akan mengurangi sedikit jumlah guru yang berkualitas. Biar semuanya berimbang sesuai kebutuhan,”ungkapnya. Sahudi berharap rooling guru ini diharapkan mampu memacu kinerja serta tanggung jawab di sekolah. Dan diharapkan juga tidak ada lagi laporan guru yang bermalas- malasan ketika mengajar.

Sampai saat ini semua daftar pemindahan sudah selesai dibuat, dengan perhitungan kebutuhan guru tiap sekolah.“Jadi kami tinggal menunggu keputusan dan aturan yang tertuang dalam peraturan wali kota (perwali) saja,” ungkap bapak tiga anak ini. Dengan adanya rolling guru berkelanjutan, Dindik percaya kualitas pembelajaran bisa dijaga.

Dan yang paling diharapkan adalah hasil ujian nasional (UN) tidak akan jeblok seperti dua tahun terakhir. Secara terpisah,Kepala SMPN 1 Surabaya Muchtar menuturkan, di Surabaya ini rolling guru memang jadi kebutuhan pokok. Dengan begitu penyebaran guru jadi lebih merata.

Cuma, pelaksanaan rolling harus melihat kebutuhan di sekolah tersebut.“Jangan sampai sekolah yang ditinggal guru terbaiknya menjadi terpuruk.Semua harus pada posisi serta kebutuhan yang jelas, ”sambungnya.

Sekadar informasi, sebanyak 700 guru Mipa gagal memenuhi target standar minimal saat menjalani tes potensi akademik. Peserta tes potensi akademik ini diikuti 706 guru SMP, 526 guru SMA, dan 167 guru SMK.Mereka adalah guru sekolah negeri di Surabaya. (SINDO)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: