Sekolah Pengimbas Diberlakukan

SURABAYA – Banyaknya sekolah di Jatim membuat konsentrasi pemerintah provinsi terpecah untuk memantau satu per satu sekolah.Untuk mengatasi kesulitan itu,program sekolah pengimbas mulai diberlakukan.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Rasiyo menuturkan, pembangunan sekolah maupun pengembangan sumber daya manusia (SDM) pengajar tidak bisa dilakukan secara serentak di Jatim. Salah satu cara yang memungkinkan dengan mengembangkan beberapa sekolah pengimbas di tiap kabupaten/kota di Jatim.

Sekolah pengimbas adalah sekolah yang diharapkan memberi imbas/efek positif pada sekolah lainnya. ”Sekolah itu nantinya bisa menjadi rujukan dan membuka layanan untuk sekolah yang ada di sekitarnya,” ujar Rasiyo ketika ditemui pada Pameran Pendidikan Sampoerna Foundation di Gedung Empire Palace Surabaya kemarin.

Untuk itu, semua kepala daerah di Jatim harus bisa tanggap ketika ada peluang sekolah pengimbas untuk mengembangkan diri. Apalagi ada beberapa perusahaan yang siap untuk memberikan pendampingan pada dunia pendidikan, termasuk mengembangkan sekolah. ”Makanya, kami berharap kepala daerah tidak hanya menunggu ada bantuan pendidikan atau program dari pemerintah.

Minimal harus aktif ketika melihat peluang pengembangan pendidikan,” imbuh mantan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim itu. Programs and Alumni Affair Director Sampoerna Foundation Eddy Henry menuturkan,untuk tahun ini ada 22 sekolah di Indonesia yang didampingi untuk dijadikan sekolah pengimbas.

Di Jatim sendiri ada lima sekolah yang setahun terakhir telah diberikan pendampingan, yakni SMAN 13 Surabaya, SMAN 20 Surabaya,SMAN 19 Surabaya, SMAN 1 Pandaan,dan SMAN 10 Malang. Untuk pengimbasannya, kata Eddy, pihak sekolah tidak hanya melibatkan murid atau guru di sekolah itu untuk mengembangkan pendidikan.

Sebab,semua sekolah maupun warga di sekitar sekolah juga harus dilibatkan. ”Perpustakaan sekolah di lima SMAN itu dibuka untuk umum, jadi semua warga di sekitar sekolah memiliki kesempatan menikmati kelengkapan fasilitas perpustakaan,” imbuhnya. Selain itu, ada juga pelatihan bagi guru yang bisa dimanfaatkan semua guru di kabupaten/kota setempat.

Lokasi pelatihan memang ditempatkan di sekolah yang dibina, cuma semua guru juga diberikan kebebasan untuk ikut dalam pelatihan itu. ”Harapan kami, peningkatan tenaga pengajar dan proses pendidikan bisa berjalan lancar dengan hadirnya sekolah pengimbas,”sambungnya. Eddy melanjutkan, pelaksanaan program yang dilakukan Sampoerna tidak hanya dilakukan dengan instan.

Pihaknya berharap bisa meningkatkan kualitas sekolah. Salah satu jalan yang dilakukan dengan menggelar pelatihan kepemimpinan,manajerial kepala sekolah, metode belajar, dan menambah kualitas fasilitas belajar siswa. ”Kami juga mengembangkan keahlian di luar jam mengajar.

Minimal bekal itu bisa menjadi modal siswa untuk maju,”ujarnya. Sementara itu, Direktur Komunikasi PT HM Sampoerna Tbk Niken Rachmad menuturkan, tiap sekolah memiliki potensi untuk maju dan unggul.Tiap tahun ada sekolah pengimbas yang terus didampingi. ”Komitmen itu terus kami lakukan,biar nantinya pemerataan pendidikan serta kualitas pembelajaran di Indonesia bisa meningkat,”pungkasnya. (SINDO)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: