Sindikat Pemalsu Ijazah S1 Dibongkar

YOGYAKARTA – Polda DIY membongkar jaringan pemalsu ijazah perguruan tinggi (PT).Kasus tersebut terungkap setelah salah satu calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dari Yogyakarta mencoba mendaftar dengan menggunakan ijazah strata 1 (S-1) palsu dari Universitas Proklamasi 1945 (Unprok 45) Yogyakarta.

Dari penyelidikan yang telah dilakukan, polisi telah mengamankan lima orang tersangka yang diduga terlibat dalam sindikat kasus tersebut. Satu orang tersangka sebagai konsumen ijazah palsu,Yudistira Darusman, 25, sedangkan empat lainnya adalah orang-orang yang bertindak sebagai broker pemalsuan ijazah palsu.

“Inisialnya IKP, YYP, ST, dan HS.Mereka tertangkap secara berantai dan semuanya adalah warga Yogyakarta,” papar Kapolda DIY Brigjen Pol Sunayono saat menggelar hasil pengungkapan tersebut di Mapolda DIY, kemarin . Dari pemeriksaan,Yudistira sebagai konsumen mengeluarkan uang Rp25 juta untuk mendapatkan ijazah dari Fakultas Hukum dari Unprok 45.

Padahal, sebenarnya status Yudistira masih mahasiswa semester tujuh sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di Yogyakarta. Sunayonomenerangkan,pemalsuan ijazah tersebut terungkap saat Yudistira mengikuti proses penentuan tahapakhir(pantukhir) calontaruna Akpol di Mabes Polri. Petugas dari panitia nasional curiga saat meneliti ijazah milik Yudistira yang disinyalir palsu.

Setelah dilakukan penelusuran oleh Polda DIY,akhirnya terungkap bahwa ijazah tersebut memang palsu. Polisi memastikan ijazah itu “bodong” setelah mendapatkan keterangan dari Unprok 45 bahwa nomor ijazah milik Yudistira yakni 081104101442 dikeluarkan bukan atas nama Yudistira Darusman.

“Namun, (nomor ijazah) milik orang lain bernama Suroto, dan kini dia menjadi pelapor atas kasus ini sebagai orang yang dirugikan karena ijazahnya dipalsukan,” ungkap Kapolda DIY. Selain nomor ijazah, pemalsuan juga terungkap pada tanda tangan pejabat dari universitas yang tidak asli.

Meski nama yang tercantum adalah pejabat yang berwenang, tanda tangan yang tertuang di atas ijazah berbeda dengan tanda tangan pejabat yang berwenang. Kepala Biro Personalia (Karopers) Polda DIY AKBP Abdul Hasyim Gani menambahkan,lolosnya ijazah palsu milik Yudistira di tingkat Panitia Daerah (Panda) Seleksi Taruna Akpol Polda DIY karena ijazah yang dimilikinya mirip dengan yang asli.

“Ini yang pertama. Namun,karena memang ijazahnya sangat mirip dengan yang asli,dan ini memang menjadikan kita tidak bisa menilai sejak awal keasliannya,” ujarnya. Setelah dibandingkan dengan ijazah asli yang dikeluarkan oleh Unprok 45, bahan kertas ijazah palsu milik tersangka ternyata lebih tipis.

Hal tersebut sangat terasa ketika dibandingkan secara langsung. “Kalau dilihat sekilas memang tidak terlihat kepalsuannya,” ucapnya. Polisi hingga saat ini masih mengejar tersangka yang disinyalir sebagai otak dari pemalsuan ijazah tersebut.

Meski sudah mengetahui identitasnya,penyidik masih belum mau mengungkapkan identitas tersangka. Hal tersebut diklaim untuk memperlancar proses pengejaran tersangka yang bertempat tinggal di Yogyakarta tersebut. Dari catatan Polda DIY, pemalsuan ijazah calon Taruna Akpol tersebut merupakan kasus pertama yang terungkap.

Sementara itu, Humas Unprok 45 Yogyakarta, Nurita Kurniasih yang dihubungi SI membenarkan adanya kasus tersebut. Menurutnya, pelaku memang sengaja memanfaatkan nama kampusnya untuk kepentingan pemalsuan ijazah. Dalam catatannya, nama yang tercantum dari ijazah palsu tersebut sama sekali tidak ada.

“Memangbenar, dankamisudah mengetahui adanya kasus tersebut. Itu murni penipuan, kami sudah melakukan kroscek,nama tersebut tidak ada, nomor tersebut dengan nama yang bersangkutan juga tidak ada, bahkan bahan kertas yang digunakan untuk membuatnya pun bukan kertas yang biasa kita gunakan.

Jadi saya tegaskan,hal tersebut pemalsuan,”ujarnya. Terkait tindakan hukum yang dilakukan, pihaknya akan mengikuti proses yang ada pada Polda DIY. Pasalnya, kasus ini sudah ditangani sepenuhnya oleh pihak kepolisian sejak tiga mingu yang lalu.“Pada dasarnya kami mengikuti prosedur dari pihak kepolisian, karena ini sudah ranah hukum,” sebutnya.

Dia mengaku dua pejabat kampus di bagian Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) sudah menjalani pemeriksaan di Polda DIY. “Kita juga sudah mengikuti proses dari Polda, dua karyawan kita sudah memberikan kesaksian ,”tandasnya. (SINDO)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: