Peminat SMK Seni Terbatas

Jakarta – Peminat pendidikan kejuruan bidang keahlian seni budaya dan kerajinan tradisional masih terbatas. Umumnya, siswa yang memilih untuk mendalami bidang tersebut berasal dari keluarga yang memang mencintai seni budaya tradisional.

Beberapa kepala sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dihubungi, Sabtu (5/9), mengatakan bahwa siswa yang berminat mendaftar ke SMK seni ada kecenderungan naik dalam dua tahun terakhir. Namun, peminatnya masih terbatas pada anak-anak keluarga seniman tradisional.

Di SMK Negeri 1 Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, misalnya, sekitar 60 persen murid dari Jurusan Pedalangan ataupun Karawitan merupakan anak atau cucu dalang atau seniman kerawitan.

”Dari kalangan umum memang ada, tetapi belum sebanyak yang berasal dari keluarga seniman,” kata Kepala SMK Negeri 1 Kasihan, Bantul, Sunardi.

Di SMK Negeri 10 Bandung, Jawa Barat, sebagian besar siswanya juga berasal dari keluarga seniman. ”Keluarga lain kemungkinan masih ragu, pendidikan seni bisa menjamin masa depan anak-anak mereka secara finansial,” kata I Nengah Maja, Wakil Kepala SMKN 10 Bandung.

Pihak sekolah, lanjut Nengah, selalu berusaha meyakinkan siswa-siswanya bahwa pendidikan seni tradisional bisa menjamin masa depan mereka, asalkan kreatif. Apalagi ekonomi kreatif sedang menjadi tren dunia sekarang ini.

Di SMK Negeri 5 Kota Yogyakarta, siswa yang berminat menekuni jurusan seni dan budaya tradisional, seperti Kriya Kayu, Logam, dan Desain Tekstil, lebih rendah dibandingkan dengan peminat jurusan lain.

”Tahun ini jumlah peminat tertinggi di Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), diikuti Animasi,” kata Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMK Negeri 5 Kota Yogyakarta, Suyono.

Dua visi

Menurut Nengah, di tengah derasnya era globalisasi yang mengagung-agungkan modernitas, kebudayaan lokal yang menjadi ciri khas suatu daerah dan bangsa mesti dipertahankan. Pendidikan menengah kejuruan bidang seni punya dua visi, yakni untuk pelestarian budaya bangsa dan membekali siswa agar mampu menjadikannya sebagai mata pencarian.

Direktur Pembinaan SMK Departemen Pendidikan Nasional Joko Sutrisno menjelaskan bahwa pendidikan kejuruan bidang seni dan kriya yang berciri khas budaya Indonesia diharapkan bisa menjadi salah satu pendukung tumbuhnya industri kreatif di Tanah Air.

”Permintaan pasar kerja terhadap lulusan SMK bidang keahlian logam dan ukiran, misalnya, cukup tinggi. Kenyataan ini sangat baik dari segi pelestarian kerajinan-kerajinan khas Nusantara,” kata Joko. Demikian juga untuk seni tradisional, diharapkan peluang kerjanya cukup besar.

Saat ini ada sekitar 40 SMK yang berfokus pada seni dan kriya atau kerajinan.

Meningkat

Sunardi menuturkan, peminat jurusan seni dan budaya tradisional cenderung meningkat selama dua tahun terakhir. Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar di Jurusan Karawitan SMKN 1 Kasihan, Bantul, yang tahun ini bertambah menjadi 34 orang, sedangkanpada tahun lalu berjumlah 25 orang.

Karena banyaknya peminat, SMKN 1 Kasihan, Bantul, menambah satu kelas di Jurusan Karawitan. Namun, jumlah murid di Jurusan Pedalangan tetap akan dibatasi dalam kelas kecil, yaitu maksimal enam orang. Pembatasan ini dilakukan demi menjaga kualitas para lulusannya. ”Beberapa tahun lalu kami sempat kebanjiran peminat sehingga ada 12 murid di Jurusan Pedalangan. Pada saat itu kami justru kesulitan mengajar,” ujar Sunardi.

Menurut Sunardi, meskipun jumlah pendaftar Jurusan Pedalangan tahun ini hanya dua orang, tidak berarti peminat di jurusan ini turun. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pendaftar di awal. Saat ini Jurusan Pedalangan SMKN 1 Kasihan, Bantul, telah menerima lima pendaftar untuk tahun ajaran 2011/2012. Kelima pendaftar tersebut masih duduk di kelas II SMP.

Sunardi mengatakan, selama tiga tahun terakhir SMKN 1 Kasihan, Bantul, berhasil menyelenggarakan praktik industri di luar negeri. Pada tahun 2009 praktik industri diselenggarakan di Bangkok, tahun 2008 di Malaysia, dan pada 2007 di Korea. Praktik industri ini dilakukan dengan menampilkan pertunjukan seni oleh semua jurusan di SMKN 1 Kasihan, Bantul, yaitu Jurusan Pedalangan, Karawitan, Tari, dan Teater. ”Tidak satu pun murid membayar. Dana sepenuhnya dari donatur,” ujar Sunardi. (Kompas)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: