Siswa Luar Kota Curi Start

SURABAYA– Sekolah dan Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya harus ekstra hati-hati ketika menerima mutasi siswa luar kota.Pasalnya,ratusan siswa yang ”menyerbu”sekolah Surabaya ingin mencuri start penerimaan siswa baru (PSB) 2010.

Indikasi itu tercium setelah ratusan siswa kelas VI SD dari luar kota memaksa melanjutkan pendidikan di Surabaya.Padahal,tinggal setahun lagi mereka lulus. Dindik sendiri mensinyalir ratusan siswa itu ingin masuk pagu PSB SMP 2010 nanti. Dengan melanjutkan pendidikan SD di Surabaya, ketika lulus nanti mereka bebas mendaftar di SMP Kota Pahlawan ini tanpa perlu ikut jalur rekomendasi, seperti yang biasanya diberlakukanbagisiswa luarkota.Tentu, kondisi itu menguntungkan siswa luar kota itu sekaligus menutup peluangsiswa dari Surabaya sendiri.

Menurut Kepala Bidang (Dindik) PendidikanDasar(Dikdas) Dindik Surabaya Eko Prasetyoningsih, ”serangan”siswa luar kota yang memaksa pindah ke Surabaya itu mulai terasasebulanterakhir.”Kamitidak mau sembarangan mengizinkan siswa luar kota itu mendapat jatah SD di Surabaya.Apalagi ada iktikad untuk mengejar jatah PSB tahun depan,” ujar Eko kemarin. Untuk mengantisipasinya,Dindik Surabaya menolak mentahmentah siswa kelas VI dari luar kota yang ingin pindah ke Surabaya. Dindik juga memperketat syarat domisili siswa dan keluarganya.

Kalau ingin pindah sekolah di Surabaya, syaratnya harus punya tempat tinggal di Surabaya. Dindik juga meminta kejelasan kartu keluarga (KK) asli Surabaya. “Kalau siswa yang mau mutasi itu masih kelas II atau III,kami masih memberikan kesempatan. Dengan syarat, mereka tetap harus memiliki tempat tinggal di Surabaya,” imbuhnya. Selain faktor curi start PSB,para siswa asal luar kota yang ingin melanjutkan pendidikan di Surabaya juga beralasan ingin mencicipi pendidikan murah dan gratis.

Sebab,pendidikan di Surabaya,terutama tingkat SD, nyaris tidak dipungut biaya. “Dua faktor itu yang jadi penyebab pembludakan siswa luar kota yang ingin masuk sekolah di Surabaya,”sambungnya. Sekadar informasi,selama tiga bulan terakhir ada 1.243 siswa dari luar kota yang ”menyerbu” SD negeri dan swasta di Surabaya.Me-reka yang mutasi itu didominasi siswa dari Sidoarjo,Gresik,dan Mojokerto. Sebagian besar mereka ingin merasakan pendidikan bermutu di Kota Pahlawan ini.

Tahun ini kuota siswa baru di Surabaya mencapai 40.000 anak. Dengan adanya tambahan dari luar kota, otomatis jumlah siswa SD kian bengkak.Untungnya,SD yang ada di Surabaya, baik negeri maupun swasta, mencapai 1.080 sekolah. Sementara siswa SD di Surabaya yang mutasi ke luar kota mencapai 636 siswa. Kepala SMPN 1 Surabaya Muchtarmenganjurkanagarprosesmutasi siswa harus segera dituntaskan.

Kalau sampai kecolongan, berarti kesempatan siswa asli Surabaya untuk mendapatkan hak sekolah di kota sendiri bisa sirna. “Bagaimana pun sekolah yang ada di Surabaya harus mengutamakan siswa dari Surabaya, bukan kota lain,”imbuhnya. (SINDO)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: