SMK RSBI Kembali Digerojok Dana

SURABAYA – Sekolah menengah kejuruan (SMK) yang berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) di Surabaya benar-benar memperoleh perlakukan istimewa.

Setelah memperoleh bantuan operasional pendidikan daerah (bopda),SMK RSBI juga digerojok bantuan alat khusus untuk peningkatan kualitas pengajaran. Besaran bantuan sendiri beragam, tergantung jumlah siswa di sekolah tersebut. Semakin banyak siswanya, semakin banyak bantuan yang akan diperoleh. Hitungannya, tiap siswa dialokasikan dana pengembangan mutu Rp1 juta.Dengan begitu, setiap SMK bisa memperoleh bantuan mencapai Rp1 miliar bahkan lebih.

Sumber Seputar Indonesia (SI) di lingkungan Dindik Surabaya menuturkan, bantuan yang diberikan untuk SMK akan diwujudkan dalam bentuk alat pendidikan untuk mendukung proses pembelajaran. Jenis alat pendidikan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.”Jadi,sekolah bisa menentukan kebutuhannya, Dindik tidak mematok jenis alat yang akan dicairkan kepada sekolah,” ujarnya kemarin. Untuk pedomannya, alat yang diajukan sekolah harus sesuai dengan peningkatan mutu pendidikan. Dindik Surabaya sendiri tetap melakukan pemeriksaan serta verifikasi terhadap sekolah terkait pengajuan alat itu.

”Kalau diketahui SMK sudah memiliki alat itu tapi memaksakan diri untuk mengajukan lagi akan ditolak. Makanya sekolah harus mengganti dengan alat yang lain dan peruntukannya jelas di sekolah,” sambungnya. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur) Dindik Surabaya Ruddy Winarko menuturkan,untuk jenis alat yang diajukan bisa beragam.Tiap sekolah tidak harus mengajukan alat yang sama, bisa juga berupa alat pendukung laboratorium atau praktik di SMK. ”Ini kesempatan baik bagi SMK untuk mengembangkan kualitas.

Apalagi bantuan yang diberikan cukup banyak,” ungkapnya. Kepala SMKN 5 Surabaya Sugiono mengatakan, kabar dibe-rikannya bantuan alat pada SMK cukup diberikan apresiasi.Selama ini pihaknya memang kesulitan ketika menjalani proses pengajar-an dengan ketersediaan alat yang minim. Apalagi untuk SMK RSBI seperti SMKN 5 Surabaya, membutuhkan ketersediaan alat yang cukup. Salah satu alat yang paling vital untuk dipakai adalah LCD. Makanya, pihak SMKN 5 kalau diberikan kesempatan untuk usul ketersediaan alat ingin memperoleh LCD yang cukup guna dipakai dalam proses pembelajaran.

”Kami yakin alat bantuan pendidikan itu bisa memiliki nilai guna yang tinggi,”ungkapnya. Bagi SMK, kata Sugiono, keberadaan alat menjadi faktor penting untuk meningkatkan kompetensi siswa.Kondisi itu berbeda dengan SMA yang lebih banyak menyajikan teori ketika melaksanakan proses belajar mengajar. Sekadar informasi,SMKN yang ada di Surabaya dengan status RSBI ada tujuh sekolah.Ketujuh sekolah tersebut adalah SMKN 1, SMKN 2,SMKN 5,SMKN 6,SMKN 8,SMKN 10,dan SMKN 11. (SINDO)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: