Libatkan Komponen Sekolah

SURABAYA – Dua tahun belakangan sekolah negeri maupun swasta di Surabaya merasakan enteng.Ada kucuran bantuan operasional pendidikan daerah (bopda) yang ikut menyangga beban mereka.

Program yang hanya ada di Kota Pahlawan ini menanggung semua biaya operasional siswa selama sekolah. Sayangnya, program yang digagas mulai 2008 itu mulai menuai masalah ketika terjadi kebocoran anggaran yang disebabkan kelalaian sekolah dalam menjalankan fungsinya.Seperti buruknya penyusunan rancangan anggaran pendapatan belanja sekolah (RAPBS), pemanfaatan anggaran yang keteteran, sampai gagal membuat surat pertanggungjawaban (SPj).

Buntutnya,banyak sekolah menuai masalah. Aliran dana bopda tak jelas arahnya, sampai muncul indikasi adanya penyalahgunaan uang bopda untuk kepentingan tak jelas di luar pos yang seharusnya. Ada juga sekolah yang harus sampai diperiksa Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim karena diduga menyelewengkan uang bantuan itu. Kegagalan pengelolaan bopda sebenarnya bisa dihindari ketika sekolah, terutama kepala sekolah (kasek), lebih teliti menggunakan bantuan itu. Seperti yang dilakukan SMAN 4 Surabaya.

Sekolah ini mulus-mulus saja dalam mengalokasikan bopda karena melibatkan semua komponen sekolah dalam mendistribusikan bantuan. Menurut Kepala SMAN 4 Surabaya Sudarmadji, dalam pelaksanaan program bopda, kasek tidak boleh sampai memegang uang yang dicairkan.Apalagi uang dikirim ke rekening kasek, itu jelas diharamkan. Uang bopda harus masuk rekening sekolah dengan bendahara umum sekolah sebagai penanggung jawab. ”Kalau sampai kasek ikut mengelola uang bopda,ini berbahaya. Bisa saja digunakan untuk kepentingan pribadi,” kata Sudarmadji kemarin.

Sudarmadji pun berbagi tips bagaimana seharusnya bopda itu dikelola. Sekolah harus mampu membuat perencanaan program yang tepat dalam RAPBS. Semua bidang dan komponen sekolah wajib terlibat mengusulkan kebutuhan dasar sekolah. Dalam proses penyusunan,wakil kepala sekolah (wakasek) bidang kurikulum,hubungan masyarakat (humas), sarana prasarana (sarpras), kesiswaan, dan tata usaha (TU) melebur menjadi satu. Dengan begitu semua kebutuhan sekolah,mulai dari keperluan siswa, pemanfaatan sarana, sampai kebutuhan dasar lainnya bisa diketahui dan diakomodir.

”Jangan sampai yang menyusun RAPBS hanya kasek. Karena RAPBS itu yang nantinya jadi acuan dalam pemanfaatan bopda,” sambungnya. Tiap wakasek punya bendahara yang bertugas menghimpun uang bopda yang terkucur. Dengan sistem itu, tiap bidang,mulai dari kesiswaan sampai sarpras, bisa memanfaatkan pembagian uang bopda untuk mereka secara otonom. Cara itu ternyata terbukti ampuh. Tiap bidang yang mengarap program bopda bisa langsung bekerja sesuai kebutuhan.

Bidang sarpras bisa langsung mengelola perbaikan sarana sekolah, seperti gedung rusak sampai perawatan. Begitu juga dengan bidang kurikulum, yang bisa langsung menjalankan tugasnya, seperti meningkatkan kualitas SDM guru dengan cara mengelar pelatihan atau workshop. Kalau mau mengikuti jurus jitu ini, kemungkinan besar sekolah akan terhindar dari jebakan delik. (Sindo)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

One Comment pada “Libatkan Komponen Sekolah”

  1. wagiran Says:

    kendala selama ini adalah kekeliruan rekening (27) rekening. Misalnya rekening bahan dan rekening maintenance repair. Misal dana bahan 10ribu dana maintenance repair 20ribu , total dana yang diberikan 30ribu. tetapi kuitansi laporannya keliru menjadi misal bahan 15ribu dan maintenance repair 15ribu. Laporan total dana sudah benar tetapi menyalahi plafon rekeningnya….Dan biasanya minta kuitansi lagi ke toko tidak boleh. Pusiiingggg


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: