Beasiswa SMA Tidak Langsung Diberikan

Jakarta – Beasiswa untuk 20.000 lulusan SMA yang besarnya Rp 10 juta per siswa tidak diberikan langsung kepada siswa bersangkutan. Beasiswa ini diberikan saat siswa bersangkutan diterima di perguruan tinggi. Seleksi calon penerima beasiswa juga dilakukan perguruan tinggi.

Sebelumnya perguruan tinggi menjalin kontrak dengan Departemen Pendidikan Nasional menyangkut alokasi siswa yang diterima melalui jalur prestasi. Setelah kontrak dilakukan, barulah perguruan tinggi secara proaktif menyeleksi calon mahasiswa dari siswa-siswa berprestasi yang kurang mampu secara ekonomi.

”Perguruan tinggi sebenarnya sudah lama melakukan pola seleksi seperti ini, tetapi beasiswa yang diberikan jumlahnya terbatas,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor Yonny Koesmaryono, Senin (16/11).

Yonny mengatakan, adanya aturan dalam UU Badan Hukum Pendidikan yang meminta komitmen perguruan tinggi mesti menyediakan jatah bagi sedikitnya 20 persen mahasiswa dari keluarga tidak mampu, tetapi berprestasi baik, dirasakan berat jika hanya dibebankan ke perguruan tinggi masing-masing.

Menurut Yonny, IPB tidak kesulitan untuk menyalurkan beasiswa tersebut karena sudah memiliki jaringan kerja sama yang luas dengan SMA di seluruh Indonesia. ”Kami sudah mulai menyebarkan undangan seleksi bagi siswa kelas III SMA ke sejumlah sekolah,” ujarnya.

Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, mengatakan, selama ini perguruan tinggi juga memberikan beasiswa untuk mahasiswa tidak mampu. Namun, besarnya beasiswa belum signifikan, besarnya mulai dari Rp 250.000 per bulan.

”Jika biaya hidup mahasiswa tidak mampu juga dibantu pemerintah, tentu itu akan berarti buat penerimanya. Perguruan tinggi juga siap menyalurkan kepada penerima yang sesuai persyaratan,” kata Rochmat.

20 Persen

Fasli Jalal, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas, mengatakan, kebijakan untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa miskin merupakan amanat Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan. Di Pasal 46 undang-undang tersebut dinyatakan, badan hukum pendidikan wajib menerima warga negara Indonesia yang memiliki potensi akademik tinggi dan kurang mampu secara ekonomi paling sedikit 20 persen dari jumlah keseluruhan peserta didik.

Perwujudannya, lulusan SMA yang miskin tetapi berprestasi diberikan beasiswa Rp 10 juta per tahun jika melanjutkan ke perguruan tinggi. Sebagian untuk biaya kuliah dan sebagian lagi untuk biaya hidup. (Kompas)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: