Perguruan Tinggi Kian Kreatif Kewirausahaan Diajarkan

Yogyakarta – Menghadapi makin terbatasnya lapangan pekerjaan, perguruan tinggi pun semakin kreatif. Sejumlah perguruan tinggi mulai menekankan pendidikan kewirausahaan atau entrepreneurship kepada para mahasiswanya.

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, misalnya, mulai memberikan mata kuliah wajib Kewirausahaan di semua program studi sejak 2008. Mata kuliah ini diberikan, baik di program studi Sastra, Teknik, maupun Kesehatan.

”Apa pun program studinya, mahasiswa diarahkan untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri. Di Sastra, misalnya, mereka diarahkan membuka lembaga pendidikan bahasa,” tutur Rektor UAD Kasiyarno di Yogyakarta, Minggu (27/12).

Menurut Kasiyarno, langkah ini ditempuh karena kesempatan sarjana memperoleh pekerjaan di sektor formal semakin minim. Kondisi ini terlihat dari tingginya sarjana menganggur yang mencapai 900.000 orang se-Indonesia. ”Sarjana tidak bisa lagi menggantungkan masa depan pada pekerjaan di kantor atau pegawai negeri sipil,” ujar Kasiyarno menambahkan.

Kasiyarno mengutarakan, mata kuliah Kewirausahaan diarahkan untuk mengasah kemampuan teknik dan kreativitas mahasiswa. Salah satu kendala dalam mendorong kewirausahaan di kalangan mahasiswa adalah minimnya pengetahuan teknik dalam berusaha serta kurangnya kreativitas dalam mengembangkan usaha.

Pendidikan kewirausahaan ini juga didukung kucuran hibah dana kewirausahaan dari pemerintah untuk modal usaha para mahasiswa.

Dana meningkat

Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah V DI Yogyakarta Budi Santoso Wignyosukarto mengatakan, sebagian besar perguruan tinggi swasta (PTS) di Kopertis V telah menyelenggarakan mata kuliah wajib Kewirausahaan. Sebagai dukungan, dana hibah kewirausahaan PTS akan ditingkatkan dari Rp 1 miliar pada tahun ini menjadi Rp 1,5 miliar pada tahun 2010.

Jumlah ini harus diperebutkan mahasiswa-mahasiswa dari sekitar 120 PTS di Yogyakarta melalui kompetisi rencana bisnis. ”Mahasiswa yang berminat mendapatkan modal harus mengajukan proposal. Proposal yang terkumpul akan kami seleksi untuk memilih rencana bisnis yang paling masuk akal,” katanya.

Untuk 2009, ujar Budi, terdapat 200 proposal rencana usaha mahasiswa terkumpul. Dari jumlah itu, terpilih 61 proposal untuk memperoleh modal usaha. Besarnya modal tergantung dari jumlah yang tertera dalam proposal, yaitu Rp 1 juta-Rp 30 juta. ”Menurut evaluasi sementara, sejauh ini usaha mahasiswa bagus,” ujar Budi. (Kompas)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: