Perguruan Tinggi Tolak Cetak Soal UN

JAKARTA–Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Priyo Suprobo, mengatakan, rapat Ahad malam (10/1) bersama majelis rektor memutuskan bahwa perguruan tinggi (PT) menolak permintaan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) untuk mencetak, menggandakan, mendistribusikan, serta mengamankan soal ujian nasional (UN).

“Kami serahkan kepada BSNP, sebab percetakan PT kapasitasnya tidak memungkinkan dalam waktu yang singkat ini,” ujar Probo, Senin (11/1).

Probo menambahkan, sebetulnya pihak PT, demi alasan keamanan UN dan kredibilitas, ingin dilibatkan oleh Kemendiknas dengan mencetak naskah UN. “Tapi untuk proyek yang di atas Rp 100 juta membutuhkan tender, dan kami rasa waktunya tidak cukup,” jelasnya.

Soal UN, tambah Probo, akan tetap dicetak di bawah pengawasan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan pemda. “Saya rasa untuk tahun depan kami juga masih sulit mencetak naskah UN,” ungkapnya.

Probo tak mau berkomentar tentang alasan tak mau mencetak soal UN karena berkaitan dengan kasus kecurangan yang sering terjadi dalam pelaksanaan UN. Tapi, pada prinsipnya, pihak PT ingin membantu dalam proses eliminasi kecurangan selama UN.

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh menjelaskan pihaknya telah melakukan rapat bersama BSNP dan Majelis Rektor Indonesia. Hasil rapat yang dilakukan kemarin memutuskan untuk pencetakan soal UN tidak dilakukan oleh MRI.

“Mereka tetap mendukung kami,” ujarnya usai rapat kerja dengan Komisi x DPR RI di ruang rapat Komisi X, Jakarta, Senin (11/1).

Mendiknas menambahkan soal-soal UN tetap disesuaikan dengan esensinnya. Menurutnya PT tidak memiliki percetakan-percetakan seperti yang telah ditetapkan. Dari
situ Mendiknas tetap menilai niat perguruan tinggi tetap baik. ”Tapi kami tetap akan mencarikan solusinya. Sebab pelaksanaan teknis UN ada di bawah BSNP. Jangan sampai memindahkan percetakan tapi mengorbankan kebocoran,” tegasnya.

Peran PT sendiri, lanjut Mendiknas, sejak dulu tetap melakukan pengawasan terhadap kualitas UN itu sendiri. “Untuk tahun ini kekurangannya apa dan akan kami perbaiki
pada 2011 mendatang. Contohnya, apakah memungkinan hasil UN bisa digunakan untuk tes masuk PT. Mungkin bisa secara bertahap,” tegasnya.

Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Djemari Mardapi mengatakan pihaknya akan evaluasi untuk proses pencetakan tingkat SMA. “Kami akan limpahkan kepada percetakan daerah. Kami akan minta masukan kepada pemerintah daerah percetakan mana yang baik dan siap untuk melakukan pelelangan” katanya.

Djemari menambahkan untuk pencetakan naskah ujian SMP harus ada perbaikan juga. Naskah UN yang mencetak harus benar-benar bonafid. “Misalnya mereka memiliki ruang pemeriksaan khusus, sehingga orang tidak bisa sembarangan masuk. Juga harus diawasi jangan sampai tercampur,” tegasnya. (Republika)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: