Dikti Minta Ujian Masuk Perguruan Tinggi Dihapus

DEPOK–Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) meminta perguruan tinggi (PT) memperluas kesempatan belajar kepada masyarakat. Sekretaris Dikti, Haris Iskandar, mengatakan perguruan tinggi harus mempermudah akses masyarakat, caranya dengan dihapuskan saringan masuk dalam penerimaan mahasiswanya.

“Konsepnya, Everybody Welcome, siapa saja dipersilahkan belajar,” tegas, saat menjadi narasumber di Simposium Nasional Pendidikan Vokasi di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok, Kamis (21/1).

Haris mengatakan, dari data yang dimiliki Dikti, tercatat lulusan sekolah menengah umum yang melanjutkan ke perguruan tinggi hanya sekitar 7 persen saja. Hal ini, disebabkan masih mahalnya biaya pendidikan dan susahnya akses masuk ke perguruan tinggi sehingga muncul stigma di masyarakat bahwa pendidikan perguruan tinggi hanya dapat dinikmati oleh kaum tertentu saja.

“Padahal, sekarang ini ada UU BHP mematok angka 20 persen mahasiswa tiap tahun. Anggaran untuk pendidikan juga cukup besar, sekitar 200 triliun dari total 1.047 triliun APBN,” beber Haris. (Republika)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tag:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: